Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (19/8)
– Peluang bekerja di luar negeri kini semakin terbuka bagi generasi muda
Indonesia. Namun, peluang tersebut perlu diiringi dengan kompetensi yang
mumpuni agar calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak hanya mampu menembus
pasar kerja global, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing dan
beradaptasi di negara tujuan.
Hal inilah yang menjadi fokus
pertemuan antara Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI)
DKI Jakarta dan Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57), Rabu (19/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam mendukung Program
Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kombes
Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., didampingi tim, berdiskusi
bersama perwakilan IBI-K57 untuk menggali potensi kerja sama yang dapat
memberikan manfaat langsung bagi calon pekerja migran, khususnya dalam
penguatan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja internasional.
Dalam pertemuan tersebut, IBI-K57
turut memperkenalkan berbagai potensi yang dapat mendukung program. Salah
satunya melalui Migrant Center, yang telah dibentuk sebagai wadah pendukung
layanan dan pengembangan terkait Pekerja Migran Indonesia. IBI-K57 juga telah
memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sehingga kolaborasi yang dibangun memiliki
landasan dan pengalaman kerja sama yang relevan.
Tak hanya memiliki wadah
pengembangan bagi pekerja migran, IBI-K57 juga mempunyai Lembaga Pengembangan
Bahasa yang menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Korea, dan Bahasa
Jerman. Kompetensi bahasa tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi calon
pekerja migran, mengingat kemampuan berkomunikasi menjadi bagian dari kesiapan
untuk bekerja dan beradaptasi di negara tujuan.
Kekuatan tersebut semakin
diperluas dengan jaringan IBI-K57 bersama sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK). Kolaborasi ini dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan
peluang kerja luar negeri sekaligus memberikan pembekalan kompetensi kepada
generasi muda sejak dari bangku pendidikan.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr.
Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menjelaskan bahwa Program Peningkatan
Kapasitas CPMI tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi
juga diarahkan untuk memastikan calon pekerja migran memiliki kompetensi yang
sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
“Program peningkatan kapasitas
ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pekerja migran agar memiliki
kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi
dengan perguruan tinggi seperti IBI-K57 sangat strategis, terutama dalam
penguatan bahasa, keterampilan, serta perluasan akses informasi bagi calon
pekerja migran,” ujar Dr. Arman Muis.
Menurutnya, sinergi antara
lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan institusi pendidikan lainnya dapat
menciptakan ekosistem persiapan yang lebih kuat. Dengan dukungan tersebut,
calon pekerja migran diharapkan tidak sekadar berangkat untuk bekerja, tetapi
benar-benar memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tuntutan pekerjaan dan
kehidupan di negara tujuan.
Pertemuan ini pun menghasilkan
langkah konkret. BP3MI DKI Jakarta dan IBI-K57 sepakat mempersiapkan Perjanjian
Kerja Sama (PKS) sebagai landasan kolaborasi ke depan. Selain itu, kedua pihak
juga merencanakan pelaksanaan Sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas CPMI
pada 27 Agustus 2026.
Kolaborasi tersebut menjadi awal
dari upaya bersama untuk menghadirkan lebih banyak akses, informasi, dan
pembekalan bagi generasi muda yang ingin membangun karier di luar negeri.
Sebab, untuk menjadi pekerja migran yang berdaya saing, perjalanan menuju pasar
kerja global tidak cukup hanya dengan keberanian untuk berangkat, tetapi juga
membutuhkan kompetensi, kesiapan, dan pendampingan yang tepat.