JAKARTA, BP3MI (12/2) — Balai
Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta melakukan
audiensi dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur di Pondok
Kelapa, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan
kolaborasi antarinstansi dalam mendukung Program Strategis Pemerintah, yakni
SMK Go Global.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, hadir bersama
jajaran dan disambut langsung oleh Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan,
didampingi Kasatpel Pelatihan Danang, Kasatpel Pemasaran Linda, serta Kepala
Instruktur Pelatihan Budi Utomo. Turut hadir Sekretaris Umum Yayasan
Solidaritas Difabel Indonesia (YASDI) Dino Kusnadi dan perwakilan teknis
Pemerintahan Timor Leste, Alex Kartasa.
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan, menyampaikan
apresiasi atas kunjungan BP3MI DKI Jakarta dan menegaskan komitmennya untuk
memperkuat kolaborasi lintas instansi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan rasa hormat atas
kunjungan BP3MI DKI Jakarta. Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam
mendorong alumni pelatihan PPKD Jakarta Timur agar mampu bersaing di pasar
kerja global,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, pada 2026 PPKD Jakarta Timur mengalokasikan
pelatihan bagi 1.440 peserta melalui 25 program reguler, meliputi pelatihan
bahasa Inggris dan Jepang, otomotif, pengelasan, hospitality, tata boga,
pengemudi, komputer, hingga mekanik. Selain itu, terdapat 13 program pelatihan
melalui skema Mobile Training Unit (MTU).
Sementara itu, Dr. Arman Muis menegaskan bahwa audiensi ini
merupakan implementasi Nota Kesepakatan antara Menteri Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia dengan Gubernur DKI Jakarta yang ditandatangani pada 29
Oktober 2025.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut Nota
Kesepakatan antara Menteri P2MI dan Gubernur DKI Jakarta untuk memperkuat
pelindungan PMI sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kerja terampil dari DKI
Jakarta agar siap bersaing di pasar global,” kata Arman.
Ia mengungkapkan, setiap tahun BP3MI DKI Jakarta memproses
hampir 42.000 penempatan PMI. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2.000
pekerja berasal dari wilayah DKI Jakarta.
“Padahal terdapat sekitar 350.000 lowongan kerja luar
negeri yang potensial. Ini peluang besar bagi lulusan SMK maupun peserta
pelatihan PPKD di DKI Jakarta untuk mengisi pasar kerja global secara
prosedural dan aman,” ujarnya.
Sejumlah komitmen kolaboratif disepakati untuk 2026, antara
lain pemetaan minat siswa dan lulusan SMK di Jakarta Timur yang berminat
bekerja di luar negeri, kerja sama dengan P3MI yang kredibel dan sesuai
kebutuhan pasar, serta pelaksanaan edukasi dan sosialisasi peluang kerja luar
negeri bagi peserta pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arman Muis juga meninjau
sejumlah fasilitas pelatihan milik PPKD Jakarta Timur, seperti laboratorium
bahasa, ruang praktik otomotif, pengelasan, serta fasilitas praktik food and
beverage (F&B) dan barista.
Melalui kolaborasi ini, BP3MI DKI Jakarta dan PPKD Jakarta
Timur berharap dapat meningkatkan partisipasi tenaga kerja asal Ibu Kota dalam
mengisi peluang kerja global secara legal, aman, dan terlindungi.