Tanggerang, BP3MI DKI Jakarta
(5/8) - Senyum dan harapan baru mengiringi langkah lima Calon Pekerja
Migran Indonesia saat bersiap berangkat menuju Taiwan pada Rabu (5/8/2026). Untuk memastikan perjalanan mereka dimulai dengan aman dan nyaman, Balai Pelayanan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta memberikan
pendampingan sejak proses keberangkatan menuju Bandara Internasional
Soekarno-Hatta melalui skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T).
Lima Calon Pekerja Migran
Indonesia tersebut berasal dari Provinsi Jawa Barat sebanyak empat orang dan Provinsi
Sumatera Selatan sebanyak satu orang. Sejak berangkat menuju bandara, tim BP3MI
DKI Jakarta memastikan seluruh dokumen perjalanan dan dokumen penempatan telah
lengkap sesuai ketentuan sehingga proses keberangkatan dapat berjalan lancar
tanpa kendala.
Sebelum memasuki ruang
keberangkatan, Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI DKI Jakarta, Fida Rani
Fadlilah, memberikan pembekalan kepada para Calon Pekerja Migran Indonesia.
"Saya mengingatkan seluruh
Calon Pekerja Migran Indonesia untuk selalu menjaga disiplin, menaati aturan di
negara penempatan, bekerja secara profesional sesuai perjanjian kerja, serta
senantiasa menjaga nama baik Indonesia selama berada di luar negeri,"
ujarnya.
Selain memberikan arahan, Fida
juga mengajak para Calon Pekerja Migran Indonesia untuk tetap optimis dan
memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama bekerja
di luar negeri. Menurutnya, kesiapan mental menjadi bekal penting agar mereka
dapat menjalankan pekerjaan dengan baik sekaligus mewujudkan tujuan bekerja di
luar negeri, yaitu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga.
Kepala BP3MI DKI Jakarta Dr.
Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., mengatakan bahwa setiap keberangkatan
Calon Pekerja Migran Indonesia merupakan awal dari perjalanan baru yang harus
dipersiapkan sebaik mungkin, bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga
kesiapan diri.
"Kami ingin setiap Calon
Pekerja Migran Indonesia berangkat dengan rasa tenang dan percaya diri.
Pendampingan ini menjadi bentuk komitmen BP3MI DKI Jakarta untuk memastikan
mereka memahami hak dan kewajibannya, siap bekerja secara profesional, serta
mampu menjaga nama baik Indonesia di negara penempatan. Semoga pengalaman yang
mereka peroleh di luar negeri dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan
yang lebih baik bagi diri sendiri maupun keluarganya," ujar Dr, Arman Muis.
Seluruh Calon Pekerja Migran
Indonesia kemudian diberangkatkan sesuai jadwal menuju Taiwan melalui skema Special
Placement Program to Taiwan (SP2T). Keberangkatan berlangsung tertib, aman, dan
lancar sebagai bagian dari komitmen BP3MI DKI Jakarta dalam memberikan
pelayanan dan pelindungan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia sejak sebelum
keberangkatan hingga mereka siap memulai perjalanan karier di negara
penempatan.