Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(19/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI
Jakarta memfasilitasi pelaksanaan Seleksi Ujian Bahasa Jepang Dasar bagi Calon
Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program Government to Government (G to
G) Jepang Batch 20 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026)
ini diikuti oleh 49 peserta dan dilaksanakan di kantor BP3MI DKI Jakarta.
Pelaksanaan ujian dilakukan dalam
satu sesi yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Ujian dilaksanakan
secara daring melalui Learning Management System (LMS) SIAPPINTAR dengan
durasi pengerjaan selama 60 menit.
Dalam pelaksanaan kegiatan
tersebut, BP3MI DKI Jakarta berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan
seluruh kebutuhan teknis dan administrasi ujian. Persiapan yang dilakukan
meliputi penyediaan ruang ujian, memastikan kestabilan jaringan internet, menyiapkan
daftar hadir peserta secara manual, melaksanakan presensi biometrik, serta
menugaskan petugas pengawas untuk memastikan ujian berjalan tertib dan sesuai
ketentuan.
Untuk mendukung kelancaran
pelaksanaan ujian, kegiatan dilaksanakan di ruang rapat besar dan ruang loket di
area pelayanan penempatan. Kedua ruangan tersebut dipersiapkan agar mampu
menampung seluruh peserta beserta sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama
ujian berlangsung.
Selain melakukan presensi manual
dan biometrik, petugas pengawas juga secara berkala berkeliling selama ujian
berlangsung guna memastikan peserta hanya mengakses laman LMS SIAPPINTAR dan
mengerjakan soal ujian sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr.
Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa BP3MI DKI Jakarta
berkomitmen untuk mendukung setiap tahapan proses penempatan pekerja migran
Indonesia melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
“BP3MI DKI Jakarta akan terus
berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam setiap tahapan proses penempatan
pekerja migran Indonesia. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti
rangkaian seleksi dengan baik dan mempersiapkan diri secara optimal untuk meraih
peluang bekerja di luar negeri melalui jalur yang aman dan prosedural,” ujar Dr. Arman Muis.
Melalui fasilitasi pelaksanaan
ujian ini, BP3MI DKI Jakarta terus mendukung upaya penempatan pekerja migran
Indonesia secara prosedural dan profesional, sekaligus meningkatkan kualitas
sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja internasional.