Jakarta, BP3MI
DKI Jakarta (3/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Job Fair
yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 17 Jakarta, pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan
ini dihadiri oleh berbagai perusahaan, lembaga pelatihan, instansi pemerintah,
perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk kolaborasi
dalam memperluas akses informasi dunia kerja dan pendidikan bagi peserta didik
maupun alumni.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMK
Negeri 17 Jakarta, Drs. Deky Noviar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa
kegiatan Job Fair menjadi salah satu sarana penting dalam mempertemukan
dunia pendidikan dengan dunia kerja. Menurutnya, kegiatan ini juga memberikan
kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai
peluang karier dan pengembangan diri setelah menyelesaikan pendidikan.
“Job Fair ini merupakan
wadah yang sangat baik bagi peserta didik dan alumni untuk mengenal lebih dekat
dunia kerja, memahami kebutuhan industri, serta mempersiapkan diri menghadapi
persaingan kerja yang semakin kompetitif. Kami berharap kegiatan ini dapat
menjadi jembatan bagi lulusan SMK Negeri 17 Jakarta untuk meraih masa depan
yang lebih baik,” ujar Drs. Deky Noviar.
Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja,
Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat, Faradisa Saforda Basuni, S.STP.,
M.Tr.IP., turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk
sinergi berbagai pihak dalam mendukung penyerapan tenaga kerja dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia.
“Kegiatan seperti ini sangat
penting dalam memberikan akses informasi ketenagakerjaan kepada para lulusan
SMK. Melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha, diharapkan
para lulusan dapat lebih siap memasuki dunia kerja sesuai dengan kompetensi
yang dimiliki,” ungkap Faradisa.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Muhammad Arif Rachman.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan,
dunia industri, dan pemerintah dalam menciptakan lulusan yang siap kerja,
kompetitif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja.
“Pendidikan tidak dapat berjalan
sendiri tanpa dukungan dunia industri dan pemerintah. Oleh karena itu, sinergi
yang kuat perlu terus dibangun agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai
dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional
maupun global,” ujar Muhammad Arif Rachman.
Dalam kesempatan tersebut, Tim
BP3MI DKI Jakarta memberikan sosialisasi mengenai peluang kerja luar negeri
yang aman dan prosedural, berbagai skema penempatan resmi, serta pentingnya
peningkatan kompetensi dan kemampuan bahasa asing guna mendukung kesiapan
bekerja di pasar kerja global.
Tim BP3MI DKI Jakarta juga
memperkenalkan berbagai program penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang
dapat diakses secara resmi serta memberikan informasi mengenai pemanfaatan
Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) sebagai
sarana memperoleh informasi peluang kerja luar negeri dan layanan pekerja
migran Indonesia.
Selain itu, Pengantar Kerja Ahli
Muda BP3MI DKI Jakarta, Tri Cahyo Atmojo turut menyampaikan edukasi mengenai Gerakan
Nasional Migran Aman sebagai upaya meningkatkan kesadaran peserta terhadap
pentingnya bekerja ke luar negeri secara legal, aman, dan sesuai prosedur.
“Bekerja di luar negeri dapat
menjadi peluang untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman, dan kesejahteraan.
Namun, seluruh proses harus dilakukan secara prosedural agar terhindar dari
risiko penempatan nonprosedural maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Karena itu, kami mengajak para peserta untuk selalu mengakses informasi melalui
saluran resmi pemerintah,” ujar Tri Cahyo Atmojo
Antusiasme peserta terlihat cukup
tinggi selama kegiatan berlangsung, khususnya terhadap informasi peluang kerja
luar negeri yang disampaikan oleh Tim BP3MI DKI Jakarta. Diharapkan kegiatan
ini dapat semakin memperkuat semangat lulusan SMK untuk mempersiapkan diri
menghadapi persaingan kerja global sekaligus mendukung program pemerintah SMK
Go Global dan Gerakan Nasional Migran Aman.