Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(10/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI
Jakarta melaksanakan kegiatan verifikasi dokumen dan perekaman biometrik bagi
calon pekerja migran Indonesia Program Government to Government (G to G) Jerman yang berlangsung 10 hingga 17 Juni 2026.
Kegiatan ini diperuntukkan bagi pelamar pada jabatan tenaga seni kuliner dan
tenaga perawat yang telah terjadwal mengikuti tahapan seleksi.
Sebanyak 173 peserta dijadwalkan
mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari 13 peserta untuk jabatan tenaga
seni kuliner dan 160 peserta untuk jabatan tenaga perawat. Kegiatan verifikasi
dokumen dilakukan dengan memeriksa kesesuaian dokumen asli yang dibawa peserta
dengan dokumen yang sebelumnya telah diunggah dalam sistem pendaftaran.
Selain verifikasi dokumen,
peserta juga menjalani proses perekaman biometrik sebagai bagian dari tahapan
administrasi Program G to G Jerman. Seluruh peserta diwajibkan hadir secara
langsung di kantor BP3MI DKI Jakarta dengan membawa dokumen persyaratan asli
untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr.
Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
tahapan penting dalam memastikan validitas data dan dokumen calon pekerja
migran Indonesia yang akan bekerja di Jerman melalui jalur resmi.
"Verifikasi dokumen dan
perekaman biometrik merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa seluruh calon
pekerja migran Indonesia yang mengikuti Program G to G Jerman telah memenuhi
persyaratan yang ditetapkan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti
proses ini dengan tertib dan melengkapi seluruh dokumen asli yang
dipersyaratkan sehingga proses penempatan dapat berjalan lancar dan sesuai
prosedur," ujar Dr. Arman Muis.
Lebih lanjut, Arman Muis
menegaskan bahwa Program G to G Jerman merupakan salah satu skema penempatan
yang aman dan terjamin karena dilaksanakan melalui kerja sama resmi antara Pemerintah Republik Indonesia dan
Pemerintah Federal Jerman. Oleh karena itu, setiap tahapan seleksi dan
administrasi harus dijalankan secara cermat untuk memberikan pelindungan
maksimal kepada calon pekerja migran Indonesia.
Untuk mendukung kelancaran
pelaksanaan kegiatan, peserta yang hadir diarahkan menggunakan nomor antrean
khusus Program G to G yang tersedia pada mesin antrean di kantor BP3MI DKI
Jakarta. Dengan mekanisme tersebut, diharapkan proses pelayanan dapat berjalan
lebih tertib, efektif, dan nyaman bagi seluruh peserta.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini,
BP3MI DKI Jakarta terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta
memastikan proses penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri
berlangsung secara legal, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.