• DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id
  • BP3MI Jakarta
  • Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia – Jakarta

Berita

img BP3MI DKI
06-Aug-2026 14:26:05

BP3MI DKI Jakarta Perkuat Kapasitas Penanganan Korban Perdagangan Orang melalui Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial

Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (5/8) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Korban Perdagangan Orang: Mengarusutamakan Pendekatan Berpusat pada Korban dan Sensitif Gender yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM), pada hari Selasa (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas para penyedia layanan dalam memberikan pendampingan yang komprehensif, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan penyintas.

Pelatihan dihadiri oleh Senior Migration Health Officer IOM Indonesia, perwakilan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial, Asisten Deputi Kerja Sama Asia Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta 40 peserta yang berasal dari kementerian dan lembaga, kepolisian, organisasi nonpemerintah (NGO), termasuk BP3MI DKI Jakarta.

Membuka kegiatan, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kementerian Sosial, Drs. Rachmat Koesnadi, M.Si. menegaskan pentingnya penguatan kapasitas seluruh penyedia layanan agar mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif dan berpihak kepada penyintas.

"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para penyedia layanan dalam memberikan bantuan yang berkualitas, terkoordinasi, dan berpusat pada penyintas. Melalui integrasi berbagai alat praktis, studi kasus, serta pendekatan yang sensitif gender, diharapkan setiap petugas mampu memberikan layanan yang lebih profesional, empatik, dan sesuai dengan kebutuhan korban perdagangan orang." Ujar Drs. Rachmat Koesnadi, M.Si.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai gambaran umum tindak pidana perdagangan orang, mulai dari definisi, unsur-unsur utama, hingga perkembangan tren yang terus berubah. Pembahasan juga mencakup berbagai modus operandi, profil korban, dampak yang ditimbulkan, serta tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penerapan pendekatan yang berpusat pada korban (victim-centered approach) dan sensitif gender dalam setiap tahapan pendampingan. Para peserta diajak memahami bagaimana kedua pendekatan tersebut dapat diterapkan secara efektif agar proses pendampingan tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan korban secara menyeluruh.

Untuk memperkuat pemahaman, pelatihan dikemas secara interaktif melalui role play, latihan asesmen kerentanan berbasis studi kasus, diskusi kelompok, serta refleksi mengenai cara membangun komunikasi yang tepat dengan korban perdagangan orang. Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan fun quiz sebagai evaluasi sekaligus penguatan materi yang telah diterima peserta.

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan materi lanjutan yang lebih beragam, termasuk pendalaman praktik penanganan kasus dan diskusi kelompok. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BP3MI DKI Jakarta terus memperkuat kompetensi sumber daya manusianya agar mampu memberikan pelayanan, pelindungan, dan pendampingan yang semakin profesional kepada pekerja migran Indonesia maupun calon pekerja migran Indonesia, khususnya bagi mereka yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

 

logo
  • DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id