Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(15/6) – Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M.,
M.H., secara resmi melepas 154 pekerja migran Indonesia yang akan bekerja di
berbagai negara penempatan melalui kegiatan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP)
pada hari senin (15/6/2026), di Kantor BP3MI DKI Jakarta.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak
154 pekerja migran Indonesia siap diberangkatkan ke berbagai negara tujuan,
terdiri atas 36 laki-laki dan 118 perempuan. Adapun negara penempatan meliputi
Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, Brunei Darussalam, Slovakia, Arab
Saudi, Bulgaria, dan Romania.
Dalam sambutannya, Kepala BP3MI
DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menegaskan bahwa BP3MI
DKI Jakarta sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (KemenP2MI) hadir untuk memastikan seluruh pekerja migran Indonesia
yang berangkat secara prosedural memperoleh pelindungan dari negara.
“Seluruh pekerja migran Indonesia
yang berangkat secara prosedural berada dalam pengawasan dan koordinasi negara
sehingga mendapatkan jaminan pelindungan hukum. Karena itu, kami mengimbau
seluruh pekerja migran Indonesia untuk selalu mengikuti prosedur yang berlaku
dan menjaga komunikasi dengan keluarga maupun BP3MI selama bekerja di luar
negeri,” ujar Dr. Arman Muis.
Ia juga menekankan pentingnya
keberangkatan secara legal dan prosedural guna menghindari berbagai risiko yang
dapat merugikan pekerja migran Indonesia. Menurutnya, sebagian besar kasus
deportasi terjadi pada pekerja yang berangkat secara nonprosedural.
Selain itu, Arman Muis
mengingatkan para pekerja migran Indonesia untuk senantiasa menjaga ibadah,
khususnya salat bagi yang beragama Islam, serta memiliki pola pikir global dan
terbuka terhadap berbagai peluang yang lebih luas. Setelah menyelesaikan kontrak
kerja dan kembali ke Indonesia, pekerja migran Indonesia juga dapat kembali
mendaftar untuk bekerja di negara lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap para pekerja
migran Indonesia dapat bekerja dengan baik, menjaga nama baik bangsa Indonesia,
serta memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri untuk meningkatkan
kesejahteraan diri dan keluarga,” tambahnya.
Kegiatan ini juga merupakan
bagian dari dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, yang menargetkan pemberangkatan 500.000 pekerja migran Indonesia dari
jalur pendidikan vokasi (SMK) maupun
umum.
Melalui kegiatan OPP, para
pekerja migran Indonesia memperoleh pembekalan mengenai hak dan kewajiban
pekerja migran, kontrak kerja, budaya negara tujuan, serta pencegahan tindak
pidana perdagangan orang (TPPO) sebagai bekal sebelum bekerja di luar negeri.
Kegiatan ditutup dengan pelepasan
simbolis kepada tiga pekerja migran Indonesia melalui prosesi pengalungan bunga
dan foto bersama sebagai tanda resmi pemberangkatan para pekerja migran
Indonesia menuju negara penempatan masing-masing.