Jakarta,
BP3MI (3/2) – BP3MI DKI Jakarta terus memperkuat
sinergi lintas sektor dalam rangka pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pada Selasa, 3 Februari 2026, Kepala BP3MI DKI Jakarta Kombes Pol. Dr. Arman
Muis, S.H., S.I.K., M.M. beserta jajaran melaksanakan audiensi dengan
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan di Ruang Rapat Gelatik 2, Kantor
Walikota Jakarta Selatan.
Kepala
BP3MI DKI Jakarta diterima langsung oleh Wakil Walikota Jakarta Selatan, Bapak
Ali Murthado, yang mewakili Walikota Jakarta Selatan. Audiensi turut dihadiri
jajaran SKPD Pemkot Jakarta Selatan, antara lain Kabag Perekonomian, perwakilan
Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan
II, Suku Dinas Sosial, Suku Dinas PPPA, PPKD Jakarta Selatan, serta enam Camat
di wilayah Jakarta Selatan.
Dalam
kesempatan tersebut, Kepala BP3MI DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas
penerimaan audiensi sebagai ajang silaturahmi dan penguatan kemitraan.
“Audiensi
ini merupakan implementasi dari Nota Kesepakatan antara Menteri P2MI dan
Gubernur DKI Jakarta yang ditandatangani pada 29 Oktober 2025. Kami ingin
memperkuat kolaborasi daerah dalam melahirkan PMI yang terampil, terlindungi,
dan siap bersaing di pasar global,” ujar Arman Muis.
Ia
menambahkan bahwa KemenP2MI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen
menjadikan DKI Jakarta sebagai role model daerah dalam peningkatan kapasitas
dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia yang profesional.
Sementara
itu, Wakil Walikota Jakarta Selatan menyambut baik kehadiran BP3MI DKI Jakarta
dan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam tata kelola penempatan
dan pelindungan PMI, khususnya bagi warga Jakarta Selatan.
“Kami
berharap kolaborasi ini dapat memperkuat edukasi bekerja ke luar negeri yang
aman, terutama untuk mencegah TPPO yang belakangan banyak menimpa warga DKI
Jakarta yang bekerja ke negara tujuan tertentu,” ujar Ali Murthado.
Ia
juga menekankan perlunya keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah
kota, kepolisian, imigrasi, hingga kelurahan dan perangkat RT/RW, dalam upaya
pencegahan dan penanganan TPPO.
Perwakilan
PPKD Jakarta Selatan turut menyampaikan bahwa selama ini telah terjalin kerja
sama yang baik dengan BP3MI DKI Jakarta, khususnya melalui pelatihan bagi calon
pekerja migran, seperti pelatihan Bahasa Jepang.
“Ke
depan, kami berharap kolaborasi pelatihan dan informasi peluang kerja luar
negeri potensial dapat terus dikembangkan agar semakin banyak lulusan PPKD yang
mampu bersaing di pasar kerja global,” ujar perwakilan PPKD Jakarta Selatan.
Audiensi
ini juga menghasilkan sejumlah komitmen konkret, antara lain pelibatan BP3MI
DKI Jakarta dalam Rapat Pimpinan Wilayah se-Jakarta Selatan, kolaborasi edukasi
ke lembaga pendidikan dan pelatihan, peningkatan kapasitas calon PMI,
optimalisasi pelaksanaan job fair, kolaborasi pencegahan dan penanganan TPPO
hingga tingkat RT/RW, serta penjajakan pembentukan 10 Kelurahan Migran Emas di
wilayah Jakarta Selatan.
Menutup
audiensi, Kepala BP3MI DKI Jakarta menegaskan kesiapan jajarannya untuk
berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
“BP3MI
DKI Jakarta siap melaksanakan edukasi dan sosialisasi hingga tingkat kecamatan
dan kelurahan demi memberikan pelindungan maksimal bagi calon maupun pekerja
migran Indonesia,” pungkasnya. (Humas/bp3midkijakarta)