Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(3/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI
Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan Job Fair yang diselenggarakan oleh
SMK Negeri 14 Jakarta pada Rabu (3/6/2026). Penyelenggaraan Job Fair ini
merupakan salah satu upaya untuk mempertemukan lulusan SMK dengan dunia kerja
sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai kebutuhan industri dan peluang
pengembangan karier di masa depan. Para peserta berkesempatan untuk
berinteraksi secara langsung dengan berbagai pihak yang hadir guna memperoleh
informasi terkait prospek kerja dan peningkatan kompetensi.
Pada kegiatan tersebut, Tim BP3MI
DKI Jakarta turut memberikan edukasi mengenai peluang bekerja di luar negeri
secara aman dan prosedural. Sosialisasi yang disampaikan mencakup berbagai
jalur penempatan resmi Pekerja Migran Indonesia (PMI), pentingnya penguasaan
kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, serta pengembangan
kemampuan bahasa asing sebagai bekal untuk meningkatkan daya saing di tingkat
global.
Tim BP3MI DKI Jakarta juga
memperkenalkan pemanfaatan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (SISKOP2MI) sebagai sarana untuk memperoleh informasi resmi mengenai
lowongan kerja luar negeri, proses penempatan, serta berbagai layanan terkait
pekerja migran Indonesia.
Selain penyampaian informasi
peluang kerja luar negeri, Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI DKI Jakarta, Tri
Cahyo Atmojo, turut menyampaikan edukasi mengenai Gerakan Nasional Migran Aman
sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya bekerja ke
luar negeri secara legal, aman, dan sesuai prosedur.
“Bekerja di luar negeri dapat
menjadi salah satu pilihan karier yang menjanjikan bagi lulusan SMK. Namun,
seluruh proses harus dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur yang
berlaku. Dengan memahami prinsip migrasi aman, para calon pekerja migran dapat
terhindar dari risiko penempatan nonprosedural maupun tindak pidana perdagangan
orang (TPPO),” ujar Tri Cahyo Atmojo.
Lebih lanjut, Tri Cahyo Atmojo
juga mengajak peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang
dimiliki agar mampu bersaing di pasar kerja global.
“Selain memiliki keterampilan
sesuai bidang keahlian, kemampuan bahasa asing dan pemahaman terhadap budaya
kerja internasional juga menjadi nilai tambah yang penting. Oleh karena itu,
para siswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar dapat memanfaatkan peluang
kerja global secara optimal,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat cukup
tinggi selama kegiatan berlangsung, khususnya di booth informasi BP3MI DKI
Jakarta yang banyak dikunjungi oleh peserta didik dan alumni untuk
berkonsultasi mengenai peluang kerja luar negeri, program penempatan resmi, serta
persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
peserta didik memperoleh wawasan baru mengenai berbagai peluang karier di masa
depan serta semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi diri. Kegiatan
ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing lulusan SMK sejalan
dengan semangat program pemerintah SMK Go Global dan Gerakan Nasional Migran
Aman.